Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 22-25 Mei 2014, saya mengikuti ASEAN Economic Community Global Forum 2014 di Kuala Lumpul, berbekal pengetahuan ASEAN Community dan dukungan dari Universitas, saya pergi dan mengikuti seluruh rangkaian acara disana. Dengan tema:
"The ideas and
real actions of ASEAN young leaders to support ASEAN economic community 2015"
Setiap delegasi mempunyai action plan masing-masing, termasuk saya. Action plan saya ini datang ketika saya mengikuti seminar nasional tentang strategi Indonesia agar tidak kalah dalam AEC 2015 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dengan pembicara langsung dari mantan Menko Perekonomian Indonesia , Bapak Hatta Radjasa. Ketika beliau menyampaikan materinya, ada satu hal yang sangat menarik bagi saya, ketika beliau berkata bahwa agar Indonesia menang dalam AEC 2015, kita harus mempunyai (salah satunya) inovasi yang besar. Selesai materi, seperti biasa ada sesi tanya jawab, dengan penuh semangat saya mengacungkan tangan, dan saya beruntung mendapatkan kesempatan langsung bertanya dengan beliau. Yang saya tanyakan adalah, jika berbicara tentang inovasi, yang mengerti hanyalah kalangan sarjana dan yang berpendidikan, bagaimana dengan masyarakat yang berada didaerah terpencil, yang jangankan menjalankan inovasi, arti dari kata inovasi pun mereka belum mengerti. Mengapa saya berkata seperti ini? karena saya berasal dari daerah terpencil disalah satu sudut kalimantan. Saya pernah menanyakan hal ini pada beberapa masyarakat disana, dan mereka tidak tau apa itu AEC 2015. Hati saya sangat tergerak, karena mereka harus tau hal ini, terlebih, didaerah-daerah terpencil banyak menyimpan kekayaan alam, sebagai contoh adalah tempat dimana saya berasal, disana mempunyai banyak kekayaan alam laut (maritime wealth), atau Pulau Natuna, yang mempunyai cadangan gas terbesar didunia, walau memang sudah banyak dikuasai asing, tapi bukanlah hal yang terlambat, jika kita manfaatkan moment ini (AEC 2015), untuk membuat banyak pembaharuan ekonomi. Dari pertanyaan saya tadi, beliau menjawab (Pak Hatta Radjasa), bahwa untuk memberdayakan atau mensosialisasikan AEC 2015 ini adalah salah satu tugas anda seorang mahasiswa sebagai penggerak perubahan. Maka atas dasar itulah saya membuat action plan saya untuk Indonesia dengan judul 3W "we care, we share, we do together", judul yang sudah sangat biasa, tapi sedikit yang memberikan arti. 3W adalah sebuah action yang hanya berfokus pada daerah-daerah terpencil, dimana didalamnya terdapat sosialisasi, diskusi dan pelatihan yang ditangani langsung oleh orang-orang yang ahli dibidangnya. Sebuah action yang memang tidak mudah menjalankannya, butuh kesadaran penuh, perjuangan dan kerja keras, saya sadar akan hal itu. Yang pasti, semuanya harus diniatkatkan untuk kemajuan bangsa.
Dari acara yang saya ikuti kemaren di Kuala Lumpur, semakin tergerak rasanya untuk mewujudkan action plan ini. Bagi para pembaca yang sudah membaca ini, saya ucapkan terima kasih, mohon do'a dan dukungannya. Jika tertarik ingin ikut bergabung atau ada pertanyaan lebih, silahkan kontak saya via email: alrhastyle@yahoo.com
Terima Kasih :-)

No comments:
Post a Comment